Fungsi gelas erlenmeyer sangatlah penting. Meski begitu, apabila tidak tepat dalam menggunakannya, tentu fungsinya tak optimal. Bahkan pengguna tidak bisa merasakan manfaat alat laboratorium ini.
Baca Juga: Fungsi Penting Gelas Labu Ukur dalam Laboratorium Kimia
Menyadari hal itu, alangkah baiknya jika mengetahui gelas dalam peralatan laboratorium tersebut secara lebih detail. Bukan hanya tentang kegunaannya saja, melainkan juga penggunaannya. Pahami juga perbedaannya dengan gelas laboratorium lainnya.

Fungsi Gelas Erlenmeyer Penting Diketahui
Pada dasarnya, erlenmeyer ialah gelas laboratorium dengan bagian atas berbentuk kerucut. Bagian atas yang bentuknya kerucut ini berperan penting dalam memudahkan pengguna untuk menggunakan gelasnya saat melarutkan zat kimia. Tak hanya itu saja, gelas laboratorium ini juga sering berkaitan dengan titrasi.
Bahkan alat laboratorium ini digunakan ketika pemanasan dengan hot plate atau bunsen. Kemampuan tersebut tidak lain karena bahan yang digunakan untuk membuatnya. Bahannya sendiri berupa kaca borosilikat. Perihal fungsi lainnya, bisa perhatikan ulasan di bawah ini.
Untuk Mencampur Zat Cair
Salah satu kegunaannya yaitu peralatan laboratorium ini berfungsi sebagai tempat untuk mencampur zat cair. Hal ini sangatlah berguna ketika melakukan pengamatan. Selama menggunakannya, tidak perlu khawatir akan terkena percikan karena pencampuran zat kimia yang saling bereaksi.
Dalam hal ini, peralatan laboratorium tersebut memungkinkan zat cair bisa tercampur secara perlahan. Hal ini efektif untuk mencegah kontaminasi. Bahkan juga bisa membuat proses analisis berlangsung lebih cepat.
Untuk Mengukur Bahan yang Dianalisa
Rupanya peralatan laboratorium ini juga berguna dalam mengukur bahan-bahan yang hendak dianalisa. Bahkan bukan hanya mengukurnya saja, melainkan juga menampung bahan-bahan tersebut. Menariknya lagi karena gelas laboratorium ini bisa menampung zat kimia, baik itu dalam bentuk cair maupun padat.
Untuk Kultivasi Mikroba
Fungsi gelas erlenmeyer yang tak kalah penting untuk diketahui berikutnya yakni sebagai tempat kultivasi mikroba. Hal ini bisa terjadi dalam kultur cair.
Menghomogenkan Bahan Komposisi Media
Sudah bukan rahasia lagi apabila peralatan laboratorium ini juga bisa melarutkan bahan komposisi media. Bahan-bahan tersebut pun bisa homogen. Melalui gelas ini pula, bahan-bahannya juga bisa diracik sebagaimana mestinya.
Mendukung Titrasi
Pada uraian tadi sudah sedikit kita singgung bahwa peralatan laboratorium ini bisa mendukung titrasi. Erlenmeyer yang memiliki tutup asah bisa untuk titrasi menggunakan pengocokkan kuat. Lalu dihubungkan ke alat ekstraksi, destilasi dan lain sebagainya.
Lain halnya dengan erlenmeyer yang tidak memiliki tutup asah. Gelas ini berguna untuk titrasi menggunakan pengocokkan lemah sampai sedang.
Penggunaan Gelas Erlenmeyer
Fungsi gelas erlenmeyer bisa maksimal jika tepat dalam menggunakannya. Untuk menggunakan erlenmeyer, terungkap di akun TikTok @nunungtriyana90. Soal menggunakannya, cukup pegang bagian leher gelas menggunakan 3 jari. Sementara untuk jari lainnya, gunakan sebagai penahan di belakangnya. Saat menggunakannya dengan cara demikian, semua badan tidak ikut bergerak. Hal ini karena hanya bagian tangan saja yang gerak untuk mencampur larutan di dalamnya. Rasanya pun jadi lebih rileks.
Alat Laboratorium Gelas Kimia vs Erlenmeyer
Gelas kimia dan erlenmeyer sama-sama berguna dalam menampung zat kimia dengan bentuk cair. Akan tetapi, gelas kimia lebih sesuai untuk melakukan pengukuran secara presisi. Pencampurannya pun reagen.
Lain halnya dengan gelas erlenmeyer. Gelas laboratorium ini lebih cocok untuk reaksi kimia. Penggunaannya juga sesuai untuk meminimalisir penguapan.
Baca Juga: Pengertian Fungsi dan Jenis Alat Laboratorium Gelas Beaker
Tidak bisa kita pungkiri bahwa fungsi gelas erlenmeyer memang penting dan beragam. Hal inilah yang membuat alat gelas tersebut tak bisa dilewatkan saat melakukan praktik atau pengamatan di laboratorium. /pr



