Ketahui Pengertian hingga Metode Penggunaan Hot Plate Stirrer

Posted on

Pernah mendengar hot plate stirrer dan bertanya-tanya alat apakah itu? Plate stirrer sendiri merupakan salah satu alat yang digunakan untuk melakukan pemanasan dan pengadukan pada suatu larutan. Alat laboratorium ini bertujuan agar larutan tersebut bisa homogen.

Baca Juga: Fungsi dan Jenis Tabung Reaksi Kimia

Nah, untuk melakukan proses pengadukannya, di dalam hot plate terdapat stir bar atau yang biasa dikenal dengan sebutan magnetic stirrer. Alat ini bisa mempercepat tercampurnya larutan sampai menjadi homogen.

Ketahui Pengertian hingga Metode Penggunaan Hot Plate Stirrer
Hot Plate Stirrer sebagai pemanas dan pengaduk larutan. Foto: Istimewa

Perbedaan Magnetic Stirrer dalam Hot Plate Stirrer

Pada dasarnya, kedua alat tersebut dinilai berbeda. Magnetic stirrer bekerja dengan cara mengubah energi listrik menjadi panas. Pada lempengan bagian atas berfungsi sebagai konduktor, sementara hot plate sendiri fungsinya untuk memanaskan wadah yang terbuat dari bahan kaca.

Hot plate lengkap dengan adanya bahan pemanas yang bertujuan untuk melakukan proses reaksi kimia dari dua larutan. Selain itu, juga untuk melakukan pemanasan dan melelehkan cairan, serta melakukan pengadukan suatu larutan agar homogen.

Prinsip Kerja Hot Plate

Cara kerja dari hot plate stirrer ini dari listrik yang dialirkan ke hot plate-nya. Sebab listrik tersebut dialirkan, maka hot plate akan menghantarkan panas. Nah, agar larutannya teraduk dan tercampur sempurna, digunakanlah stir bar sebagai alat bantunya. Sementara panas yang dihasilkan itu untuk mempercepat terjadinya homogenisasi larutan.

Bagian Hot Plate

Untuk mengetahui bagian dari hot plate, berikut adalah penjelasannya.

1. Alas

Alas ini berguna untuk meletakkan sampel yang akan dipanaskan. Sampelnya kan ditaruh pada gelas kimia atau bisa juga memakai erlenmeyer.

2. Pengantar Suhu

Hot plate ini punya tombol pengatur suhu yang bisa diputar dan letaknya ada di bagian kiri. Fungsi tentu saja untuk mengatur suhu dari hot plate supaya sesuai dengan yang diinginkan oleh penggunanya.

Semakin ke kanan atau searah jarum jam, maka suhunya bisa semakin tinggi. Begitu pula sebaliknya. Semakin melawan arah jarum jam, maka suhunya akan rendah. Untuk mengukur atau mengetahui suhu dari sampelnya bisa menggunakan termometer.

3. Pengatur Stirrer

Selanjutnya, untuk pengaturan stirrer ada pada tombol sebelah kanan. Fungsinya untuk mengatur kecepatan pengadukan dengan menggunakan magnetic stirrer. Nah, untuk mempermudah pengadukannya, stirrer ini bisa dimaksimalkan. Alhasil para pekerja di laboratorium tidak perlu melakukan pengadukan dengan cara manual lagi.

Menggunakan Hot Plate Laboratorium

Channel YouTube FKP USK tampak membagikan tutorial penggunaan hot plate stirrer dan dan juga alat magnetic. Usai memasang saklar dan menghubungkan kabel daya alat pada sumber listrik, pengguna bisa meletakkan beaker glass sebagai wadah sampel yang sudah terisi oleh larutan yang akan diaduk di atas hot plate-nya. Masukkan magnetic stirrer ke dalam beaker glass, tekan tombol ‘On’ untuk menyalakan alat dan atur kecepatan sesuai keinginan dengan memutar control knop searah jarum jam (seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya). Pengguna bisa mengatur suhu jika diperlukan. Jika pengadukan sudah selesai, putar control knop berlawanan arah jarum jam dan tekan tombol ‘Off’.

Perawatan Hot Plate dengan Benar

Supaya hot plate tetap bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama, maka perlu sekali yang namanya perawatan rutin seperti berikut ini.

  • Bersihkan hot plate dari debu dan juga bekas pemanas sampel, baik di bagian hot plate-nya maupun lempeng pemanas (alas). Gunakan pembersih yang sesuai untuk hot plate,
  • Usahakan hot plate dihidupkan setiap hari supaya mesinnya tetap berfungsi dengan normal,
  • Simpan hot plate di tempat yang kering dan juga bersih,
  • Jangan memutar control knop dengan keras agar tidak patah.

Baca Juga: Mengenal Mikroskop Cahaya Binokuler Lebih Dalam

Itulah pembahasan mengenai hot plate stirrer yang merupakan salah satu alat laboratorium. Adanya prinsip kerja sampai dengan metode perawatannya, alat laboratorium ini bisa digunakan semaksimal mungkin. Semoga informasi ini bermanfaat.